{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":[],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"border":1},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false}

SEMARANG, Nwessurya.com – Apel pagi rutin pada Senin (4/5/2026) di salah satu instansi pemasyarakatan Kota Semarang menghadirkan suasana yang lebih istimewa. Selain menjalankan agenda rutin pengaturan kerja dan pembagian tugas, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan prosesi penyematan kenaikan pangkat bagi dua aparatur sipil negara (ASN) sebagai bentuk penghargaan resmi dari negara atas dedikasi, kinerja, dan pengabdian yang telah diberikan selama bertahun-tahun.

Prosesi penyematan pangkat yang digelar secara resmi di aula kantor instansi tersebut menghadirkan dua nama yang mendapatkan pengakuan karir. Sobirin, S.Pd., M.H., yang menjabat sebagai Pembimbing Kemasyarakatan Ahli Madya, menerima kenaikan pangkat dari golongan III/d menjadi golongan IV/a. Sementara itu, Sumarni, pegawai dengan masa kerja panjang di instansi tersebut, memperoleh kenaikan pangkat pengabdian menjadi golongan III/c, tepat menjelang masa purna tugas yang dijadwalkan akan dimulai pada tanggal 1 Juni 2026 mendatang.

Dalam amanat yang disampaikan pada kesempatan tersebut, Pimpinan Instansi menyampaikan bahwa setiap kenaikan pangkat bukan hanya sekadar peningkatan jabatan atau penghasilan, tetapi harus dimaknai sebagai bentuk dorongan untuk terus meningkatkan integritas, profesionalisme, dan kualitas kerja dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, setiap penghargaan yang diberikan oleh negara membawa konsekuensi tanggung jawab yang lebih besar untuk menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya.

“Momentum kenaikan pangkat ini harus menjadi penguat semangat bagi kita semua untuk terus bekerja dengan standar profesionalisme tinggi dan menjaga kepercayaan publik yang telah diberikan kepada institusi pemasyarakatan. Kita harus mampu menunjukkan bahwa setiap langkah karir yang diraih adalah hasil dari kerja keras dan dedikasi yang tulus untuk melayani negara dan masyarakat,” ujarnya.

Tak hanya membahas tentang kenaikan pangkat, Pimpinan Instansi juga menegaskan pentingnya percepatan langkah-langkah pembangunan Zona Integritas yang menjadi landasan untuk meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Menyusul kegiatan sosialisasi yang telah dilakukan secara menyeluruh pada tanggal 30 April 2026, seluruh jajaran pegawai diminta untuk segera menyusun bahan paparan terkait peran masing-masing dalam mewujudkan visi tersebut serta memperkuat perubahan pola pikir dalam menjalankan tugas sehari-hari.

“Keberhasilan kita dalam meraih predikat WBBM tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan administrasi atau dokumen pendukung semata, tetapi lebih pada konsistensi perilaku setiap individu dan pembentukan budaya kerja yang benar-benar berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas, transparan, dan akuntabel,” jelasnya.

Di akhir amanatnya, penekanan khusus juga diberikan terkait pentingnya menjaga disiplin dan etika kerja sebagai ASN. Seluruh pegawai diingatkan untuk selalu menjaga citra baik institusi dengan menjauhi segala bentuk praktik yang dapat merusak nama baik instansi maupun profesi sebagai aparatur negara, termasuk larangan tegas untuk terlibat dalam aktivitas perjudian online maupun berbagai kegiatan lain yang bertentangan dengan norma kepegawaian dan peraturan yang berlaku.

Kegiatan apel pagi yang berlangsung pada 4 Mei 2026 tersebut berjalan dengan lancar dan penuh khidmat. Acara ditutup dengan ucapan selamat yang penuh kehangatan dari seluruh peserta apel kepada kedua pegawai yang menerima kenaikan pangkat, serta doa bersama untuk kemajuan institusi pemasyarakatan dalam memberikan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat dan negara.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *