Kendal, Nwessurya.com — Pada Jumat pagi, 13 Maret 2026, suasana penuh semangat dan kehangatan menyelimuti kegiatan Bazar Ramadan yang digelar di halaman kantor Kantor Kecamatan Plantungan. Kegiatan yang diikuti oleh berbagai instansi pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat ini tidak hanya menjadi ajang promosi produk ekonomi lokal, tetapi juga menjadi wahana mempererat hubungan sosial dan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.
Salah satu daya tarik utama dari bazar tersebut adalah kehadiran stand dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIB Plantungan, yang secara aktif memamerkan dan menjual hasil karya warga binaan mereka. Produk-produk unggulan yang dipajang termasuk kopi khas yang dinamai Kopi Bang Napi, yang sejak dahulu dikenal sebagai hasil pembinaan kemandirian warga binaan. Produk ini berhasil menarik perhatian dan mendapatkan respon positif dari pengunjung yang datang dari berbagai kalangan.
Selain Kopi Bang Napi, stand Lapas Pemuda Plantungan juga menawarkan beras berkualitas, minyak goreng, serta paket sembako murah yang menjadi buruan masyarakat. Banyaknya pembeli dan antusiasme tinggi dari pengunjung menyebabkan seluruh produk yang dipajang habis terjual dalam waktu singkat, menandakan keberhasilan kegiatan ini sebagai upaya membangun citra positif dan mendukung pemberdayaan warga binaan.
Kepala Lapas Pemuda Kelas IIB Plantungan, Suharno, SH, MH., menyampaikan bahwa partisipasi dalam bazar ini merupakan bentuk nyata dari komitmen Lapas dalam mendukung program pembinaan warga binaan, terutama dalam mengembangkan kemandirian dan keterampilan kerja mereka. “Kami ingin menunjukkan bahwa warga binaan mampu menghasilkan produk-produk berkualitas yang bisa bersaing dan memberi manfaat ekonomi. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi motivasi bagi mereka untuk terus belajar dan meningkatkan keterampilan selama masa pembinaan,” ujarnya.
Lebih dari sekadar memasarkan produk, kegiatan ini sekaligus menjadi ajang observasi dan evaluasi terhadap hasil pembinaan yang selama ini dilakukan. Hasil produk yang berkualitas dan diminati masyarakat adalah indikator keberhasilan proses pembinaan warga binaan, yang pada akhirnya mampu memberi harapan dan peluang masa depan bagi mereka selepas masa tahanan atau masa pembinaan selesai.
Tak hanya dari pihak Lapas, kehadiran Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, yang secara langsung meninjau dan menyalami para pengelola stand dari Lapas Pemuda Plantungan, menegaskan dukungannya terhadap upaya pemberdayaan warga binaan sebagai bagian integral dari pembangunan sosial dan ekonomi daerah. Ia secara khusus memberikan apresiasi terhadap inovasi dan kreativitas dalam produk Kopi Bang Napi, yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan lebih besar lagi sehingga dapat menjadi produk unggulan daerah yang dikenal luas masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Kendal berharap bahwa produk hasil pembinaan ini bukan hanya berhenti sebagai promosi sesaat, tetapi mampu berkelanjutan dan meningkatkan daya saing di pasar yang lebih luas. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus mendukung program-program pemberdayaan serupa agar warga binaan dapat memperoleh peluang dan harapan baru untuk masa depan yang lebih cerah.
Selain memperkenalkan hasil karya warga binaan dan mendukung pembangunan ekonomi inklusif, keberadaan produk-produk dari Lapas Pemuda Plantungan dalam bazar ini diharapkan dapat memperkuat hubungan positif dan sinergi antara lembaga pemasyarakatan dengan masyarakat, serta membangun citra bahwa pembinaan bukan sekadar proses hukuman, tetapi juga pemberdayaan dan penciptaan peluang. Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi peningkatan kualitas hidup warga binaan, yang kelak diharapkan mampu menjadi pelaku ekonomi mandiri dan insan produktif yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Melalui kegiatan ini, diharapkan warga masyarakat tidak hanya melihat produk, tetapi juga mendapatkan inspirasi bahwa setiap orang berhak dan mampu berkontribusi positif, termasuk mereka yang mengikuti proses pembinaan di lembaga pemasyarakatan. Secara keseluruhan, kegiatan bazar ini menunjukkan bahwa transformasi positif dan harapan akan masa depan yang lebih baik tetap hidup dan nyata, bahkan di tengah proses pembinaan yang penuh tantangan.
















