PENGEMUDI ALPHARD YANG VIRAL DI PANDANARAN KLARIFIKASI: AKUI KESALAHAN DAN MEMOHON MAAF

Sopir menyatakan telah mendapatkan izin lisan dari petugas, namun mengakui seharusnya lebih hati-hati dalam menghadapi situasi lalu lintas

Semarang, 6 Mei 2026 – Pengemudi mobil Alphard yang menjadi so‏rotan publik setelah menerobos penutupan jalan di perempatan Jalan Pandanaran pada Sabtu (2/5/2026) lalu, akhirnya memberikan klarifikasi resmi. N.M. Hidayat, sang pengemudi, secara terbuka mengakui kesalahan dan menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat, didampingi tim kuasa hukumnya di Semarang hari ini.

Insiden yang viral di media sosial semula menuai kecaman karena kendaraan tersebut merusak pembatas “safety line” dan melawan arus di tengah rekayasa lalu lintas yang diberlakukan seiring dengan agenda Semarang Night Carnival 2026.

“Saya mengakui kesalahan saya dan memohon maaf kepada seluruh masyarakat. Segala kesalahan adalah tanggung jawab saya pribadi sebagai pengemudi dan tidak ada hubungan dengan pemilik kendaraan,” ucap Hidayat dalam jumpa pers singkat.

Menurutnya, saat kejadian ia sedang menjalankan tugas sebagai sopir untuk mengantar seorang tamu yang merupakan aktor sekaligus influencer, atas perintah atasannya, Azis Aji Saputra. Kondisi lalu lintas di kawasan tersebut saat itu sangat padat akibat penutupan jalan, ditambah lagi hujan deras yang mengguyur sehingga memperparah situasi.

“Saya sudah berusaha mencari jalur alternatif tapi tetap sulit. Setelah itu atas arahan atasan, saya mencoba berkoordinasi dengan petugas di lokasi,” jelasnya.

Hidayat mengklaim telah mendapatkan izin lisan dari petugas untuk melintas karena tujuan mereka hanya ke hotel yang berada sangat dekat dengan lokasi penutupan jalan. Ia juga menyebutkan bahwa sebelum kendaraannya melintas, beberapa pengendara sepeda motor telah lebih dahulu melewati jalur yang sama.

Di sisi lain, Dr. (Hc). Joko Susanto dari Josant and Friend’s Law Firm yang mewakili Hidayat menyatakan bahwa kliennya telah menunjukkan sikap terbuka dengan mengakui kesalahan dan menyampaikan kronologi kejadian.

“Secara prinsip, ia melintas setelah mendapatkan izin lisan dari petugas di lapangan. Namun kami juga menyadari bahwa dalam situasi apapun, keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas utama. Kami berharap masyarakat dapat menyikapi hal ini dengan kedewasaan dan tidak memperbesar masalah,” ujarnya.

Joko menambahkan bahwa tujuan perjalanan pada saat itu memang bersifat mendesak karena tamu yang diantar harus segera tiba di hotel yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.

Sebagai informasi, penutupan jalan di kawasan Jalan Pandanaran merupakan bagian dari pengamanan untuk Semarang Night Carnival 2026 yang diselenggarakan dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun ke-479 Kota Semarang. Sayangnya, kegiatan tersebut harus dibatalkan karena hujan deras yang menyebabkan genangan di berbagai titik dan dinilai berpotensi membahayakan keselamatan peserta. Meskipun demikian, rekayasa lalu lintas tetap diterapkan untuk menjaga ketertiban dan keselamatan semua pengguna jalan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *