Semarang, Nwessurya.com – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Semarang menyelenggarakan kegiatan Tasyakuran Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 dengan penuh khidmat di Aula Bapas Kelas I Semarang pada Senin (27/04/2026). Mengusung tema “Pemasyarakatan Kerja Nyata, Pelayanan Prima,” acara ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen seluruh jajaran pemasyarakatan dalam menghadirkan layanan yang profesional, humanis, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.Kegiatan yang diselenggarakan serentak sesuai dengan ketentuan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor PAS-UM.01.01-132 tanggal 23 April 2026 diikuti oleh Kepala Bapas Kelas I Semarang Totok Budiyanto, A.Md.IP., S.H., beserta seluruh jajaran pegawai. Turut hadir dalam acara tersebut pejabat pengawas, pejabat fungsional, pejabat pelaksana, peserta Magang Nasional Batch II, serta mahasiswa dari UIN Walisongo yang sedang melakukan studi lapangan di Bapas Semarang.Dalam sesi utama kegiatan, Direktur Jenderal Pemasyarakatan Irjen. Pol. Mashudi, S.I.K., S.H., M.Hum., menyampaikan laporan capaian lengkap program kerja pemasyarakatan secara nasional. Laporan tersebut disampaikan sebagai bentuk akuntabilitas terhadap seluruh upaya yang telah dilakukan serta komitmen dalam penguatan organisasi pemasyarakatan untuk menghadapi tantangan masa depan. Berbagai agenda strategis juga dilaksanakan dalam rangkaian tasyakuran, di antaranya penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan sejumlah mitra kerja untuk memperkuat sinergi dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan, serta pengukuhan Pengurus Persatuan Purnabakti Pemasyarakatan Indonesia (P3I) periode baru.Momentum HBP ke-62 juga dijadikan ajang apresiasi terhadap berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam kemajuan pemasyarakatan. Penghargaan diberikan kepada Unit Pelaksana Teknis (UPT) terbaik se-Indonesia, pegawai berprestasi, pemenang lomba yang diselenggarakan dalam rangka HBP, serta para mitra kerja dan tokoh masyarakat yang aktif mendukung program pemasyarakatan. Selain itu, sebagai wujud kepedulian sosial, Bapas Semarang juga menyerahkan bantuan berupa gerobak usaha kepada keluarga warga binaan yang membutuhkan, serta paket bantuan sosial kepada masyarakat kurang mampu di sekitar wilayah kerja Bapas.Dalam sambutannya yang disampaikan secara virtual, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia Jenderal Pol. (Purn.) Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H., menegaskan pentingnya transformasi pemasyarakatan yang berorientasi pada kerja nyata, pelayanan prima, dan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Pesan tersebut sejalan dengan semangat Hari Bakti Pemasyarakatan tahun ini yang mengedepankan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.Kepala Bapas Kelas I Semarang Totok Budiyanto menyampaikan bahwa peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan bukan sekadar acara seremoni, tetapi menjadi momen refleksi sekaligus penguatan komitmen seluruh insan pemasyarakatan dalam memberikan pengabdian terbaik. Menurutnya, tema yang diusung tahun ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan pemasyarakatan diukur dari dampak dan manfaat nyata yang dirasakan masyarakat, khususnya dalam proses pembimbingan dan reintegrasi sosial klien pemasyarakatan.“Melalui momentum Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 ini, kami terus meneguhkan komitmen untuk menghadirkan pelayanan yang profesional, akuntabel, dan humanis kepada seluruh klien dan masyarakat. Kami juga akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, perguruan tinggi, hingga organisasi masyarakat untuk mendukung keberhasilan program pemasyarakatan,” ujar Totok.Pada kesempatan yang sama, Kepala Bapas Kelas I Semarang juga memberikan penghargaan kepada lima pegawai yang dinilai telah menunjukkan dedikasi tinggi dan kontribusi nyata dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Bapas Semarang. Salah satu penerima penghargaan, Arif, mewakili seluruh penerima penghargaan menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas penghargaan yang diberikan. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh pegawai untuk terus meningkatkan kinerja dan pengabdian kepada masyarakat.“Penghargaan yang kami terima ini bukan hanya bentuk apresiasi pribadi, tetapi juga merupakan amanah untuk terus bekerja lebih baik, menjaga integritas profesi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan Bapas Semarang serta dunia pemasyarakatan secara keseluruhan,” ujar Arif.Sebagai puncak rangkaian kegiatan, seluruh peserta bersama-sama melakukan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan panjang 62 tahun Pemasyarakatan dalam mengabdi kepada bangsa dan negara, serta harapan agar pemasyarakatan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar.
Melalui peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 ini, Bapas Kelas I Semarang meneguhkan komitmen untuk terus menghadirkan pembimbingan kemasyarakatan yang berkualitas, memperkuat program reintegrasi sosial bagi klien pemasyarakatan, serta mewujudkan pemasyarakatan yang semakin pasti memberikan manfaat nyata bagi kemajuan masyarakat dan negara. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh dengan semangat kebersamaan serta rasa memiliki terhadap organisasi pemasyarakatan.



















