Ketua STIA-NUSA H. Mhd. Ikhsan: Gelar Akademik Harus Dibuktikan dengan Kontribusi Nyata

Sungaipenuh — Newssurya.com – Sebanyak 167 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Nusantara Sakti (STIA-NUSA) Sungai Penuh resmi dikukuhkan dalam prosesi Wisuda Sarjana ke-XX dan Wisuda Diploma ke-XXXIII Tahun 2026.

 

Momentum akademik tersebut berlangsung khidmat dan penuh kebanggaan. Jajaran pimpinan kampus, dosen, keluarga wisudawan, serta para tamu undangan turut menyaksikan perjalanan penting para lulusan menuju fase baru kehidupan.

 

Wisuda tahun ini mencakup lulusan Program Studi Ilmu Administrasi Negara jenjang Sarjana (S-1) serta Program Studi Administrasi Perkantoran jenjang Diploma Tiga (D-3).

 

Namun, bagi Ketua STIA-NUSA Sungai Penuh periode 2025–2029, H. Mhd. Ikhsan, S.E., M.M., wisuda tidak boleh dimaknai sebatas seremoni atau simbol keberhasilan memperoleh ijazah dan gelar akademik.

 

Ia menegaskan, gelar yang disandang para lulusan harus dibuktikan melalui kemampuan, integritas, profesionalisme, serta kontribusi nyata di tengah masyarakat.

 

«“Wisuda ini bukan akhir dari perjalanan, tetapi merupakan awal bagi para lulusan untuk mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan. Kami berharap seluruh lulusan mampu menjaga nama baik almamater dan memberikan kontribusi terbaik di tengah masyarakat,” ujar H. Mhd. Ikhsan.»

 

Menurutnya, tantangan setelah menyelesaikan pendidikan tinggi justru semakin besar. Dunia kerja terus berubah seiring perkembangan teknologi, tuntutan profesionalisme dan kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks.

 

Karena itu, lulusan STIA-NUSA Sungai Penuh tidak cukup hanya mengandalkan ijazah maupun gelar akademik. Mereka dituntut untuk terus belajar, meningkatkan kompetensi, mampu beradaptasi, serta memiliki karakter dan integritas.

 

«“Kami berharap para alumni STIA-NUSA Sungai Penuh dapat menjadi sumber daya manusia yang profesional, berintegritas dan mampu bersaing. Yang paling penting, ilmu yang diperoleh selama di kampus dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, daerah dan bangsa,” katanya.»

 

Apresiasi untuk Orang Tua dan Civitas Akademika

 

Di balik keberhasilan 167 mahasiswa menyelesaikan pendidikan, terdapat perjalanan panjang yang tidak terlepas dari dukungan orang tua, keluarga, dosen dan seluruh civitas akademika.

 

H. Mhd. Ikhsan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendampingi para mahasiswa hingga mampu menyelesaikan pendidikan dan mencapai tahap wisuda.

 

Menurutnya, keberhasilan tersebut bukan semata-mata hasil perjuangan mahasiswa secara individual, melainkan buah dari dukungan dan kerja sama berbagai pihak.

 

Karena itu, ia berharap para alumni tidak melupakan almamater dan keluarga yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan akademik mereka.

 

Wisuda Menjadi Gerbang Pengabdian

 

Bacaan Lainnya

Bagi 167 wisudawan, pengukuhan tersebut menjadi titik awal untuk memasuki fase kehidupan yang baru.

 

Sebagian lulusan akan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Sebagian lainnya akan memasuki dunia kerja, menjalankan profesi, maupun mengambil peran dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah.

 

Lulusan Ilmu Administrasi Negara diharapkan mampu mengambil peran dalam bidang pemerintahan, pelayanan publik, tata kelola organisasi maupun sektor lain yang membutuhkan kompetensi administrasi.

 

Sementara lulusan Administrasi Perkantoran diharapkan mampu menerapkan keahlian dalam pengelolaan administrasi, pelayanan, manajemen perkantoran hingga pemanfaatan teknologi dalam lingkungan kerja.

 

Dengan demikian, gelar akademik yang diperoleh tidak berhenti pada selembar ijazah. Gelar tersebut menjadi tanggung jawab moral bagi setiap lulusan untuk menunjukkan kualitas diri sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

 

Melalui Wisuda Sarjana ke-XX dan Wisuda Diploma ke-XXXIII Tahun 2026, STIA-NUSA Sungai Penuh kembali menegaskan komitmennya mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga berintegritas, profesional, adaptif dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, daerah dan bangsa.

 

Bagi para wisudawan, toga yang dikenakan hari ini bukanlah garis akhir. Justru dari sinilah pembuktian atas ilmu, gelar dan pendidikan yang telah ditempuh dimulai. (Yto)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *