SAMPANG, Newssurya.com – SMAS Al-Arifin Cangak, bagaikan permata yang terus bersinar di tengah pesatnya perkembangan teknologi, kembali menunjukkan komitmennya untuk menjadi yang terdepan dalam inovasi pendidikan. Berlokasi di Desa Tamberu Barat, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, sekolah ini baru saja menorehkan sejarah dengan sukses menggelar Workshop Peningkatan Kompetensi Guru bertajuk “Gusi Ceral” (Guru dan Siswa Cerdas AI). Lebih dari sekadar pelatihan rutin, “Gusi Ceral” menjadi simbol transformasi pendidikan, mengantarkan para guru SMAS Al-Arifin Cangak memasuki era pembelajaran digital yang lebih dinamis, kreatif, dan personal. (Senin, 09-02-2026)
Dengan semangat “tuntutlah ilmu dari buaian hingga liang lahat,” para guru SMAS Al-Arifin Cangak antusias mengikuti setiap sesi workshop yang dirancang khusus untuk membekali mereka dengan pemahaman mendalam dan keterampilan praktis dalam memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai mitra dalam proses pembelajaran. Workshop ini menghadirkan Fahrur Rosyi, S.Pd. M.Pd., seorang pengawas sekolah yang visioner, yang dikenal luas sebagai arsitek inovasi pendidikan di wilayah Kantor Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Sampang. Fahrur Rosyi tidak sendirian, ia didampingi oleh Holiqinnur, seorang staf dari Cabang Dinas Pendidikan yang memiliki dedikasi tinggi untuk memajukan kualitas pendidikan di Kabupaten Sampang. Keduanya hadir sebagai nakhoda yang memandu para guru dalam mengarungi lautan teknologi, membekali mereka dengan kompas dan peta untuk mencapai tujuan pembelajaran yang gemilang.
Mengamini pepatah “guru kencing berdiri, murid kencing berlari,” workshop ini berfokus pada dua pilar utama untuk meningkatkan kompetensi guru di era digital:
1. Revolusi Perangkat Ajar dengan Sentuhan AI: Para guru diajak untuk menjelajahi potensi AI dalam merancang Capaian Pembelajaran (CP), Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang relevan, terukur, dan berkualitas tinggi dengan bantuan platform AI Gemini. Fahrur Rosyi, dengan penuh kearifan, membagikan berbagai “prompt” atau formula perintah yang efektif untuk menghasilkan perangkat ajar yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik unik setiap siswa. Dengan memanfaatkan AI, para guru dapat menghemat waktu dan energi dalam menyusun perangkat ajar, sehingga dapat lebih fokus pada interaksi, bimbingan, dan pengembangan potensi siswa secara individual.
2. Menghidupkan Pembelajaran dengan Kuis Interaktif Ala AI: Para guru juga mendapatkan pelatihan intensif dalam membuat kuis interaktif yang menarik, menantang, dan memotivasi siswa menggunakan platform Kahoot. Kuis-kuis ini dirancang untuk membuat proses evaluasi menjadi lebih menyenangkan, interaktif, dan bermakna bagi siswa. Dengan bantuan AI, para guru dapat menghasilkan kuis yang adaptif, menyesuaikan tingkat kesulitan dengan kemampuan siswa, dan memberikan umpan balik yang personal untuk meningkatkan pemahaman dan penguasaan materi.
Suasana workshop yang hangat, akrab, dan penuh canda tawa menjadi wadah yang ideal bagi para guru untuk saling berbagi pengalaman, ide-ide inovatif, dan strategi terbaik dalam mengintegrasikan AI ke dalam pembelajaran. Mereka juga aktif berdiskusi dengan narasumber untuk mencari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi dalam praktik mengajar sehari-hari, menciptakan sinergi yang kuat untuk mewujudkan pendidikan yang lebih baik.
Kepala SMAS Al-Arifin Cangak, Haridah, S.Pd. M.M., menyampaikan rasa haru dan bangganya atas semangat juang dan dedikasi yang ditunjukkan oleh para guru. Ia meyakini bahwa workshop ini akan menjadi katalisator bagi transformasi pendidikan di SMAS Al-Arifin Cangak, mengantarkan sekolah ini menjadi pusat keunggulan dalam penerapan teknologi AI untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
“Kami sangat mengapresiasi keikhlasan dan ketulusan Bapak Fahrur Rosyi dan Bapak Holiqinnur dalam membimbing para guru kami. Workshop ini telah membuka cakrawala baru dan memberikan bekal keterampilan yang sangat berharga bagi kami. Kami berkomitmen untuk memanfaatkan AI secara optimal dalam menciptakan lingkungan belajar yang inspiratif, kolaboratif, dan relevan dengan kebutuhan siswa di era digital,” tutur Haridah dengan mata berbinar.
Holiqinnur dan Fahrur Rosyi, dalam kesempatan yang sama, menekankan bahwa AI bukanlah pengganti guru, melainkan sahabat yang dapat membantu guru dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi pembelajaran. Mereka berharap, semakin banyak guru yang tergerak untuk terus belajar dan mengembangkan diri dalam memanfaatkan teknologi demi kemajuan pendidikan Indonesia, mewujudkan visi “Merdeka Belajar” yang dicita-citakan. SMAS Al-Arifin Cangak, dengan semangat inovasi dan kolaborasi, siap menjadi inspirasi dan teladan bagi sekolah-sekolah lain di seluruh Indonesia, membuktikan bahwa dengan teknologi dan dedikasi, kita dapat mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan berdaya saing global.
#Redaksi




















A really good blog and me back again.