
SEMARANG — Musyawarah Besar Ikatan Keluarga Alumni Bimbingan dan Konseling (IKA BK) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) telah menetapkan Tulus Wardoyo, S.Pd., M.Pd., Gr. sebagai Ketua IKA BK UPGRIS untuk menyelesaikan periode kepengurusan 2023–2028 melalui mekanisme aklamasi. Penetapan tersebut dilakukan dalam forum musyawarah yang berlangsung di Aula Gedung Utama UPGRIS pada hari Jumat.
Kegiatan musyawarah digelar dalam rangka pergantian kepemimpinan, mengantikan Anton Khumaidi yang sebelumnya menjabat sebagai ketua. Acara tersebut dihadiri oleh puluhan alumni dari berbagai angkatan dan wilayah berbeda, serta diikuti oleh unsur pimpinan program studi Bimbingan dan Konseling UPGRIS beserta anggota Majelis Pertimbangan Alumni (MPA).
Dalam sambutannya setelah penetapan, Tulus Wardoyo menyatakan kesiapannya untuk menjalankan amanah yang diberikan dan segera melakukan langkah-langkah konsolidasi internal organisasi.
“Kami akan mengemban amanah ini dengan sebaik mungkin. Dalam waktu dekat, kepengurusan baru akan segera disusun agar roda organisasi dapat berjalan optimal dan mampu memberikan kontribusi terbaik bagi seluruh alumni serta institusi,” ujarnya.
Tulus merupakan alumni Program Studi Bimbingan dan Konseling UPGRIS angkatan 2011 yang saat ini aktif bertugas sebagai guru BK di SMA Negeri 1 Semarang. Selain menjalankan tugas sebagai pendidik, ia juga aktif menjalankan praktik konseling di berbagai sektor, termasuk memberikan layanan di lingkungan kantor hukum dan perusahaan industri.
Ketua Program Studi BK UPGRIS, Dr. Dini Rakhmawati, M.Pd., menyampaikan harapan besar kepada kepengurusan baru agar mampu memperkuat sinergi yang erat antara alumni dengan institusi pendidikan asal.
“Kami berharap kepengurusan baru dapat bersinergi dengan program studi sehingga memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan keilmuan bimbingan dan konseling, sekaligus memberikan pelayanan yang bermanfaat kepada masyarakat luas,” katanya.
Sementara itu, Ketua Majelis Pertimbangan Alumni IKA BK UPGRIS, Dr. Heri Saptadi Ismanto, M.Pd., Kons., menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan program kerja yang telah digariskan organisasi.
“IKA BK perlu terus mengembangkan program yang mampu mengakomodasi kebutuhan alumni dari berbagai latar belakang dan periode angkatan, termasuk melalui kegiatan rutin seperti reuni akbar serta kerja sama strategis yang terpadu dengan program studi BK UPGRIS,” ujarnya.
Salah satu alumni yang hadir dalam musyawarah, Muhammad Sahal Khotim, menambahkan bahwa penetapan kepengurusan baru diharapkan dapat menjadi momentum penting dalam penguatan peran alumni terhadap perkembangan profesi bimbingan dan konseling.
“Ini menjadi langkah awal yang sangat berarti untuk membangun organisasi alumni yang lebih maju, terstruktur, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggotanya serta masyarakat,” katanya.
Melalui kepemimpinan yang baru, IKA BK UPGRIS diharapkan mampu meningkatkan peran serta kontribusi para alumni dalam mendukung pengembangan profesi bimbingan dan konseling secara berkelanjutan, baik dari sisi keilmuan maupun pelayanan praktis di masyarakat.







