Pekanbaru – Newssurya.com – EMP Bentu-Korinci Baru Limited melaksanakan Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) sebagai upaya konkret dalam menanggulangi kasus stunting atau kekurangan gizi pada anak-anak di wilayah operasional perusahaan. Kegiatan ini dilakukan bekerja sama dengan dua Puskesmas yaitu Puskesmas Rejosari dan Puskesmas Tenayan Raya di Kota Pekanbaru.
Kegiatan yang telah berjalan secara bertahap sejak awal tahun 2026 ini telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Bantuan PMT tersebut secara resmi diterima oleh Camat Tenayan Raya Abdul Rahman dan Camat Kulim Fajri Adha, yang masing-masing mewakili kecamatan di Kota Pekanbaru yang menjadi target program.
Program PMT ini merupakan bagian dari kegiatan rutin perusahaan dalam rangka Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) atau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (CSR). Bantuan yang diberikan berupa paket lengkap yang mencakup susu, vitamin, serta sembako seperti beras kemasan 5 kg per karung dan telur ayam satu papan per penerima.
Selain itu, perusahaan juga memberikan makanan tambahan khusus bagi kelompok rentan lainnya, antara lain susu untuk ibu hamil dan ibu menyusui, biskuit balita, serta susu UHT untuk balita yang menjadi prioritas dalam upaya pencegahan stunting.
Area Manager EMP Bentu-Korinci, Dadi Mulyadi, yang didampingi oleh CSR Officer Ismulyadi, menyampaikan bahwa program PMT ini bertujuan untuk mendukung upaya pemerintah dan perusahaan di bidang kesehatan masyarakat. Tujuan utama dari program ini adalah untuk memastikan tidak ada lagi kasus stunting atau balita yang kekurangan gizi di daerah operasional perusahaan.
“Selain menyerahkan bantuan PMT kepada anak-anak yang mengalami stunting, pihak EMP juga menyerahkan bantuan makanan tambahan untuk mendukung aktivitas posyandu di wilayah operasional kami di Kecamatan Tenayan Raya dan Kulim,” pungkasnya.
Camat Kulim Fajri Adha menyampaikan apresiasi yang mendalam serta ucapan terima kasih kepada EMP Bentu-Korinci atas kontribusi yang diberikan bagi warga di dua kecamatan tersebut, khususnya bagi anak-anak yang mengalami stunting. Ia berharap program ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas ke depannya.
“Atas nama pemerintah Kota Pekanbaru, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada EMP karena telah menunjukkan kepedulian terhadap anak-anak yang kekurangan gizi dan mengalami stunting. Semoga program yang sangat bermanfaat ini bisa terus berlanjut dan bahkan dapat diperluas ke wilayah lain yang membutuhkan,” ujar Camat Kulim Fajri Adha pada Senin (13/7/2026).
Sebagaimana diketahui, stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis serta infeksi berulang. Kondisi ini ditandai dengan panjang atau tinggi badan anak yang berada di bawah standar yang ditetapkan.
Penyebab utama stunting antara lain adalah asupan gizi dan nutrisi yang tidak mencukupi yang dapat terjadi mulai dari masa dalam kandungan hingga usia dua tahun, serta pola asuh yang kurang tepat akibat keterbatasan pengetahuan dan edukasi bagi ibu hamil dan ibu menyusui. Selain itu, faktor lingkungan seperti sanitasi yang buruk, kurangnya akses air bersih, sarana MCK yang tidak memadai, serta keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan bagi ibu hamil dan menyusui juga menjadi penyebab utama terjadinya stunting.
Editor: Rozynasyaputra














