Terusik Kenyamanan Warga, Aksi Mencurigakan Oknum yang Mengaku Wartawan di Bungpalongan Disorot Ormas Setempat!

Sampang, Newssurya – Masyarakat Kampung Bungpalongan dan Dusun Kanderuh, Desa Banjarbillah, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, belakangan ini merasa terusik dengan kehadiran seorang oknum yang mengaku sebagai wartawan. Perilaku oknum tersebut dinilai mengganggu ketenangan warga dan memicu kekhawatiran akan potensi intimidasi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari perwakilan organisasi masyarakat (Ormas) yang berbasis di wilayah tersebut, oknum yang bersangkutan berulang kali melakukan pengambilan gambar dan video terhadap kegiatan pengecoran jalan yang sedang berlangsung di Kampung Bungpalongan. Warga merasa risih karena tindakan oknum tersebut seolah-olah menuduh bahwa proyek tersebut didanai oleh dana desa, padahal sudah ditegaskan bahwa proyek tersebut sepenuhnya merupakan hasil swadaya masyarakat.

“Kami sudah berulang kali menyampaikan bahwa ini adalah proyek gotong royong, bukan dari dana desa. Tapi, dia terus saja datang dan merekam, seperti kami sedang melakukan sesuatu yang salah,” ungkap seorang warga dengan nada jengkel.

Persoalan ini bermula ketika oknum tersebut menyambangi kediaman salah satu Ustadz berinisial Kh, tokoh masyarakat yang disegani di Bungpalongan, untuk mengkonfirmasi perihal proyek pengecoran jalan tersebut. Karena Ustadz Kh sedang tidak berada di tempat, oknum tersebut menghubungi beliau melalui sambungan telepon seluler milik istri Ustadz Kh. Dalam percakapan tersebut, Ustadz Kh secara langsung menggarisbawahi bahwa proyek pengecoran jalan itu sepenuhnya merupakan inisiatif dan hasil pendanaan swadaya masyarakat.

Namun, penjelasan dari Ustadz Kh rupanya tidak membuat oknum yang mengaku wartawan tersebut merasa puas. Ia terus bergentayangan di sekitar lokasi pengecoran, tidak henti-hentinya melakukan pemotretan dan perekaman video, bahkan sesekali melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang bersifat provokatif. Kondisi ini membuat warga semakin resah dan merasa tertekan.

“Kami merasa seperti sedang diawasi dan dicurigai. Padahal, niat kami hanya ingin membangun jalan yang lebih baik untuk kepentingan bersama,” tutur warga lainnya.

Merasa tidak nyaman dengan tingkah laku oknum yang mengaku wartawan tersebut, warga akhirnya memutuskan untuk menegurnya secara baik-baik. Saat dikonfrontasi, oknum tersebut mengakui bahwa dirinya adalah seorang wartawan, namun tidak dapat menunjukkan kartu identitas atau surat tugas yang sah. Ia kemudian berjanji untuk tidak lagi mengusik kegiatan masyarakat setempat.

Menyikapi situasi ini, organisasi masyarakat (Ormas) setempat langsung bergerak cepat untuk melindungi masyarakat dari potensi intimidasi. Mereka berkomitmen untuk terus mengawal persoalan ini dan menjamin keamanan serta kenyamanan warga Bungpalongan.

“Kami tidak akan mentolerir siapapun yang mencoba mengganggu ketenangan dan kenyamanan masyarakat Bungpalongan. Kami akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menindak tegas oknum-oknum yang terbukti melakukan tindakan yang meresahkan dan merugikan masyarakat,” tegas juru bicara Ormas tersebut.

Ormas tersebut juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan berhati-hati. Apabila ada pihak-pihak yang mengaku sebagai wartawan dan menunjukkan gelagat yang mencurigakan, warga diminta untuk segera melaporkan kepada aparat kepolisian atau kepada perwakilan Ormas setempat.

 

(Duro)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *