KENDAL, Nwessurya.com – Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial terasa sangat kental dalam perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di lingkungan Perumahan Griya Rafada I The View, Dusun Rowosari, Desa Meteseh, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah pada Rabu (27/5/2026). Sebanyak 14 warga tercatat sebagai sohibul qurban dengan menyerahkan total delapan hewan qurban yang terdiri atas satu ekor sapi dan tujuh ekor kambing.
Pelaksanaan kegiatan qurban tahun ini dipusatkan melalui Masjid Mini Al Muhajirin yang menjadi pusat ibadah bagi wilayah RT 01, RT 02, dan RT 03 di RW 010. Sebelum proses penyembelihan hewan qurban dilakukan, seluruh warga terlebih dahulu melaksanakan Salat Idul Adha berjamaah dengan khusyuk.
Bertindak sebagai imam sekaligus khatib pada kesempatan tersebut adalah dosen Universitas Wahid Hasyim (Unwahas), Ustadz Jaedin, M.H. Setelah pelaksanaan salat selesai, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama yang diikuti oleh para sohibul qurban dan seluruh warga sekitar yang hadir.
Ketua Panitia Qurban, Zaenuri, menyampaikan bahwa panitia qurban tahun ini melibatkan perwakilan dari ketiga RT di lingkungan perumahan. Ia mengungkapkan rasa syukur karena jumlah hewan qurban yang disumbangkan mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah tahun ini ada kenaikan jumlah hewan qurban. Ini menjadi hal yang baik sebagai bentuk rasa syukur sekaligus semangat berbagi kepada sesama yang membutuhkan,” ujarnya.
Menurut Zaenuri, meningkatnya jumlah warga yang berpartisipasi sebagai sohibul qurban menunjukkan bahwa nilai kepedulian sosial dan kekompakan masyarakat di lingkungan Griya Rafada I The View terus tumbuh dan berkembang.
Sementara itu, Ketua Umum Paguyuban Warga Griya Rafada I The View, Muhammad Solikhun, mengaku sangat senang melihat antusiasme tinggi warga dalam melaksanakan ibadah qurban pada momentum Idul Adha tahun ini.
Ia menjelaskan bahwa hubungan antara paguyuban warga dengan ketiga RT di lingkungan perumahan selama ini selalu berjalan harmonis dan saling bersinergi dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan.
“RT dan paguyuban memiliki peran yang berbeda, tetapi saling melengkapi satu sama lain. RT lebih berperan sebagai perwakilan pemerintah di tingkat paling kecil, sedangkan paguyuban membawahi berbagai badan otonom yang mengelola kepentingan bersama seluruh warga perumahan,” katanya.
Muhammad Solikhun menerangkan bahwa paguyuban bersama berbagai badan otonom di lingkungan perumahan turut mengelola berbagai fasilitas dan agenda sosial masyarakat, mulai dari pengelolaan fasilitas umum, fasilitas sosial, ruang terbuka hijau, pengelolaan perairan, ketakmiran masjid, penerangan lingkungan, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan dan posyandu.
Menurutnya, momen Idul Adha tidak hanya sekadar dimaknai sebagai ibadah penyembelihan hewan qurban semata, tetapi juga menjadi momentum penting untuk menanamkan dan menumbuhkan nilai keikhlasan, kepedulian, serta semangat berbagi yang mendalam terhadap sesama.
“Makna esensial dari Idul Adha adalah bagaimana kita dapat menumbuhkan semangat berbagi yang tulus dan mempererat rasa kepedulian sosial di tengah masyarakat kita,” tambahnya.
Adapun daftar sohibul qurban yang menyumbangkan sapi tahun ini adalah Sabrina Arifia Fauza binti Ridwan Setyawan, Naili Mufrodah binti Wahyoto, Rukinah binti almarhum Masiyo, Siti Nurjati, Rofi’ Hidayat, Indriani Meikawati binti Qodri, dan Muhammad Solikhun.
Sementara sohibul qurban yang menyumbangkan kambing adalah Asianur Hikmah, Wakid yang mewakili almarhum Mbah Kariyowardi bin Morojoyo, Kustiningsih binti Ngateno beserta keluarga, Sri Irianti, Anggun Cynthia Dewi binti Munthaha, Fitriyani Hayatul Alfat, serta Antasari binti Suwarsono.
Para sohibul qurban berharap bahwa ibadah qurban yang mereka laksanakan dapat membawa keberkahan, mendapatkan ridho dari Allah SWT, serta daging qurban yang dibagikan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang merayakan Idul Adha bersama keluarga dan kerabat.











