Keamanan Selama Bulan Ramadan, Lapas Pemuda Plantungan Tingkatkan Sinergi dengan Kepolisian untuk Jaga Kondusivitas Tarawih

Kendal, Newwsurya.com – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban selama bulan suci Ramadan 1447 H/2026 M, Lembaga Pemasyarakatan Pemuda Kelas IIB Plantungan memperkuat kerjasama dan koordinasi dengan aparat kepolisian. Langkah ini diambil guna memastikan seluruh kegiatan ibadah, termasuk salat Tarawih, di dalam lapas berlangsung aman, tertib, dan menjalankan prinsip keamanan maksimal.

Pada Kamis malam (26/2/2026), seluruh jajaran Lapas Pemuda Plantungan menerima kunjungan koordinatif dari Kepolisian Sektor (Polsek) Plantungan. Kegiatan ini dipusatkan pada upaya deteksi dini terhadap potensi gangguan kamtibmas serta penguatan pengamanan, terutama saat kegiatan ibadah berlangsung di masjid lapas yang biasanya diadakan mulai pukul 19.00 hingga 21.00 WIB.

Kepala Lapas Pemuda Plantungan, Suharno, menyampaikan bahwa dalam rangka meningkatkan aspek spiritual warga binaan, pihaknya juga harus sejalan dalam menjaga protokol keamanan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Ia menegaskan, “Ramadhan adalah momentum untuk pembinaan kepribadian dan ketakwaan, namun harus tetap dijalankan dalam suasana aman dan terkendali. Kami pastikan seluruh kegiatan ibadah berjalan aman, tertib, dan dalam pengawasan yang maksimal,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Kepala Lapas didampingi oleh jajaran pengamanan dan petugas Binadik yang memonitor langsung jalannya pengamanan di area lapas. Petugas gabungan memeriksa titik-titik rawan di perimeter lapas serta pintu utama sebagai langkah antisipasi potensi gangguan dan menjaga kondusivitas selama ibadah berlangsung. Hasil monitoring menunjukkan seluruh kegiatan berjalan tertib, dengan kondisi blok hunian tetap aman dan terkendali hingga usai kegiatan.

Sementara itu, Kapolsek Plantungan, AKP Sutrisno, menyatakan komitmennya mendukung penuh terciptanya situasi yang kondusif di seluruh lingkungan pemasyarakatan selama bulan Ramadan. Ia menegaskan bahwa sinergi dan komunikasi aktif menjadi kunci utama dalam mengantisipasi berbagai potensi gangguan maupun hal-hal yang dapat mengganggu kekhusyukan ibadah warga binaan.

“Pentingnya patroli rutin dan koordinasi yang intensif, terutama menjelang waktu sahur dan pelaksanaan kegiatan ibadah lainnya, menjadi bagian dari langkah preventif kami. Kita harus selalu siaga dan mampu mendeteksi dini setiap tanda-tanda gangguan,” tegas Kapolsek.

Selain itu, kedua pihak sepakat mengoptimalkan penggunaan sistem pelaporan cepat (quick response) untuk meningkatkan pengawasan dan pengendalian situasi secara real-time. Jajaran Binadik akan terus memantau dinamika psikososial warga binaan agar suasana Ramadhan di lapas tetap dalam kondisi humanis dan memberi efek positif terhadap pembinaan keimanan dan kepribadian.

Dengan kolaborasi lintas lembaga ini, Lapas Pemuda Plantungan menegaskan bahwa mereka berkomitmen menyelenggarakan suasana Ramadan yang aman, khusyuk, serta mendukung proses pembinaan sosial dan keagamaan yang berorientasi pada perbaikan diri dan penguatan nilai-nilai keimanan. Sinergi ini diyakini mampu menciptakan suasana kondusif dalam lingkungan pemasyarakatan, sekaligus menjadi contoh nyata harmonisasi antara pembinaan mental dan pengamanan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 Komentar

  1. Ping-balik: levitra 20mg
  2. Ping-balik: hello world