Muara Enim – Pasca penemuan sejumlah limbah medis yang ditemukan berhamburan alias berserakan di area Poskesdes dan Posyandu Menanti Selatan, kecamatan Kelekar, kabupaten Muara Enim, pada Sabtu (25/10/2025), sejumlah pejabat dan pemangku kebijakan di lingkungan Dinas Kesehatan kabupaten Muara Enim kompak bungkam terhadap para awak media.
Padahal, temuan terkait limbah medis tersebut bukanlah sesuatu yang bisa dinaggap remeh, apalagi limbah medis itu tak hanya diemukan di area fasilitas kesehatan semata, melainkan hingga ke area lingkungan umum atau ruang publik yang tentunya sangat membahayakan masyarakat setempat, terlebih bila sampai ditemukan anak-anak.
Seperti diketahui, limbah medis berupa alat suntik bekas ditemukan berserakan di area publik yang diduga merupakan limbah medis yang berasal dari Poskesdes dan Posyandu desa Menanti Selatan yang diduga tidak diakomodir dengan baik.
Atas temuan tersebut, awak media yang tergabung dalam Forum Pewarta Gelumbang Raya (PGR) pun mengkonfirmasi hal tersebut ke Kepala Puskesmas Kelekar Sri Ismamiaty, S.Km., selaku pejabat yang mengepalai Poskesdes Menanti Selatan, namun dari beberapa awak media yang mengkonfirmasi hal tersebut, tak satupun yang mendapat respon dari sang Kepala Puskesmas.
Setali tiga uang, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) kabupaten Muara Enim, dr Eni Zatila, M.K.M., saat dikonfirmasi awak media dari PGR juga turut bungkam dan tak merespon pertanyaan dari para awak media.
Hal ini tentu cukup disayangkan, mengingat pentingnya peran pejabat publik sebagai pemangku kebijakan guna memastikan layanan yang maksimal kepada masyarakat, apalagi menyangkut kesehatan yang merupakan bidang prioritas dari pemerintah.
Kurang cakapnya para pemangku amanah di lingkungan dinas kesehatan kabupaten Muara Enim tentu saja bisa menjadi bahan evaluasi bagi Bupati Muara Enim, terlebih lagi masalah kesehatan merupakan salah satu bidang prioritas dari program MEMBARA bupati dan wakil bupati Muara Enim. (Tim)





