Labuhanbatu – Meningkatkan Literasi SMKN 2 Rantau Utara Seminar Talk Show Literasi kerjasana Bookos Fans Club dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Labuhanbatu, di Aula SMK Negeri 2 Rantau Utara Jl.W.R Supratman No.1 Padang Matinggi, Rantau Utara, Labuhanbatu, Rabu (19/02/25).
Tema dalam Seminar ini dengan judul Menumbuhkan kesadaran revitalisasi budaya bahasa daerah melalui minat berliterasi.
Drs. H. Rahmat Hidayat Rambe, M.Pd Kacabdis ( Kepala Cabang Dinas ) Pendidikan Wilayah VII dalam sambutannya mengucapkan, ” Mari kita tingkatkan dan galakkan budaya literasi baca, baik buku, karya tulis, skripsi, tesis, disertasi, dalam berbentuk tulisan atau buku.
Selanjutnya Beliau mengatakan, Perintah pertama Allah Swt kepada Rasullah SAW adalah Iqra ( Baca ), itulah pentingnya membaca, dimana membaca itu membentuk struktur otak.
Membaca untuk menumbuhkan budaya literasi, menjadi role model, dan meningkatkan minat baca, yang sudah luntur di mata para pelajar dan masyarakat Indonesia, ucap nya.
Dilain sisi Kepala SMKN 2 Rantau Utara Khoyan Nasution,S.Pd menuturkan, ” Terima kasih atas kepercayaannya atas kegiatan seminar literasi ini diselenggarakan di sekolah yang tercinta ini.
Anak anak didik kami ini merupakan mutiara-mutiara yang terpendam, yang akan diisi oleh ilmu pengetahuan dalam hal membaca dengan budaya literasi, ungkapnya.
Marilah anak anak, kita ikuti acara ini untuk menambah ilmu pengetahuan, mari kita isi hal hal yang positif, sehingga nanti kedepannya bisa menjadi tampil kandidat ditingkat nasional, pungkasnya.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Labuhanbatu, Asnita Rehulina Nasution,S.Pd menyampaikan, Budaya Literasi ini sangat harus di tingkatkan karena saat ini anak anak pelajar sudah kurang minat untuk membaca, untuk itu mari kita rajin membaca di perpustakaan sekolah atau perpustakaan Kabupaten Labuhanbatu.
Revitalisasi bahasa daerah sebagai bentuk upaya memperlambat laju kepunahan bahasa daerah, sehingga bahasa daerah menjadi bahasa dalam bahasa ibu sehari harinya, bebernya.
Pemateri Acara Seminar M.Zain Ajrai, Nasution, S.Pd,M.M menyampaikan, Dengan mempertahankan bahasa daerah, identitas dan warisan budaya suatu komunitas diperkuat selain keberagaman linguistik.
Menjaga bahasa lokal sekaligus berarti melindungi kekayaan budaya yang telah diwariskan dari generasi ke generasi, yang merupakan bagian penting dari identitas nasional.
Revitalisasi seni dan budaya merupakan bentuk upaya dalam pelestarian agar budaya setempat tidak hilang atau punah, terutama di Labuhanbatu dengan bahasa daerah PANAI, dengan ciri khasnya Nonas Panai dan Ikan Terubuk, tutupnya.
( Redaktur )





