Mataram, 03 Oktober 2025 diduga kuat kerabat atau lingkaran terdekat memunggut uang ke setiap mahasiswa baru dan bagi mahasiswa yang mau dapat beasiswa di universitas negeri mataram.
Dari dugaan temuan kami diduga kuat oknum-oknum memunggut biaya kepada mahasiswa baru yang mau lulus kulyah di Universitas Negeri Mataram, dan ini bukan menjadi sebuah rahasia di kalangan mahasiswa melainkan menjadi pembicaraan di setiap mahasiwa setiap hari.
Bagi mahasiswa yang mau lulus di universitas negeri mataram harus membayar uang pelicin ke salah satu oknum kerabat atau orang terdekat rektur yang ber’inisial T dia juga sebagai dosen di UIN Mataram, menurut informasi kami terima oknum T ini tidak lain adalah saudaranya rektur UIN Mataram sendiri, dan hebatnya ada tim khusus yang mencari mahasiswa yang mau lulus di setiap pembukaan mahasiswa baru yang ber’insial S oknum S ini orang luar bukan mahasiswa atau dosen dll, dia orang biasa, namun di belakang S ini ada oknum ber’insial J yang tidak lain keponaan rektur dan dosen honorer di UIN Mataram.
Mirisnya per-siswa itu harus bayar sampai dengan nilai Rp. 2 juta lebih hanya untuk lulus saja, belum kalau mahasiswa yang mau lulus dapat beasiswa harus bayar dengan nilai 6/7 juta. Jelas” Wahyu Putranto
Lanjut, Cara mainya oknum-oknum ini yang ber’insial S itu sebagai orang yang ngambil uang ke mahasiswa baru, setelah uang pelecin itu di terima oleh oknum insial S baru uang itu di transfer ke rekening insial J yakni keponaan rektur sendiri.
Kemudian, insial J tersebut kirim lagi ke insial T tidak lain saudaranya Rektur, cara ini jelas ada sindikat yang sangat masif di buat oleh pihak pejabat Univeraitaa Negeri Mataram.
Oleh karena itu, kami mendesak Kapolda NTB dan Kejati NTB membuat tim satgas Pungli/KKN terhadap dugaan kami diatas, dalam waktu dekat kami akan segera melaporkan dugaan kasus ini sambil menunggu bukti-bukti yang lain, untuk sementarawaktu sekitar 5 orang yang sudah mengadu ke saya. Ungkap” Wahyu Putranto (Red)





