newssurya.con — Mataram – Dewan Pengurus Daerah (DPD) II Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Mataram menyatakan sikap tegas terhadap dinamika pasca Musyawarah Daerah (Musda) KNPI Nusa Tenggara Barat (NTB). DPD II KNPI Kota Mataram menegaskan hanya mengakui hasil Musda definitif yang telah menetapkan Daud Azhari sebagai Ketua KNPI NTB.
DPD II KNPI Kota Mataram berpandangan bahwa Musda KNPI NTB telah ditutup secara resmi dan menghasilkan keputusan yang sah serta mengikat seluruh elemen organisasi. Oleh karena itu, pelaksanaan Musda Lanjutan setelah forum utama dinyatakan selesai dianggap tidak memiliki dasar organisatoris dan bertentangan dengan prinsip tata kelola KNPI.
Menurut DPD II KNPI Kota Mataram, keberadaan Musda Lanjutan justru memperkeruh suasana dan menghambat proses konsolidasi pemuda di NTB. Langkah tersebut dinilai tidak mencerminkan semangat persatuan dan berpotensi menimbulkan dualisme kepemimpinan yang merugikan organisasi.
“KNPI harus berjalan berdasarkan keputusan forum tertinggi yang sah. Musda Lanjutan tidak dapat dijadikan rujukan kepemimpinan,” ujar salah satu pengurus DPD II KNPI Kota Mataram.
DPD II KNPI Kota Mataram menegaskan komitmennya untuk menjaga marwah organisasi dengan tetap berpegang pada aturan dan hasil Musda yang telah ditetapkan. Mereka juga mengajak seluruh elemen KNPI di NTB untuk mengakhiri polemik dan kembali fokus pada peran strategis pemuda dalam pembangunan daerah.
Sikap ini ditegaskan sebagai bentuk tanggung jawab organisasi agar KNPI tetap menjadi wadah pemersatu pemuda, bukan arena konflik kepentingan.
(Red)





