Manado-Newssurya, Pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Manado memberikan klarifikasi mengenai pemberitaan yang menyebut adanya permainan pada sistem meteran. Tuduhan yang menyatakan bahwa hal ini menyebabkan tagihan pelanggan membengkak, ditanggapi secara serius pihak PDAM Manado melalui Kepala Satuan Pengawasan Intern (SPI), Steven Rattu.
Steven menjelaskan bahwa setelah menerima laporan, PDAM segera mengirimkan petugas teknis untuk memeriksa kondisi jaringan di lokasi yang dimaksud. Hasil pemeriksaan mendapati adanya gangguan pada sambungan kran, yang mengakibatkan putaran meteran menjadi tidak normal dan menyebabkan lonjakan tagihan.
Pihak PDAM telah berusaha menawarkan perbaikan untuk mengembalikan fungsi meteran ke kondisi normal. Namun penawaran tersebut ditolak oleh pelanggan dengan alasan bahwa mereka akan memperbaikinya sendiri.
Steven juga menekankan bahwa tuduhan mengenai praktik pungutan liar (pungli) dan manipulasi sistem meteran tidaklah benar.
Ia memastikan bahwa semua proses pemasangan dan perawatan meter dilakukan di bawah pengawasan manajemen PDAM.
”Kami meminta agar masyarakat melaporkan jika ada oknum yang mengatasnamakan PDAM dan meminta uang di luar kebijakan kami. Setiap laporan akan ditindaklanjuti,” ujarnya menegaskan komitmen untuk menindaklanjuti keluhan pelanggan.
PDAM berkomitmen untuk mendengarkan setiap pengaduan yang disampaikan oleh pelanggan, serta berupaya agar tidak ada kerugian yang terjadi di kedua belah pihak. Upaya ini diharapkan dapat menjalin hubungan yang harmonis dengan masyarakat.
Meningkatkan pelayanan yang baik adalah prioritas utama PDAM. Oleh sebab itu setiap masalah yang muncul dalam layanan harus diselesaikan secepat mungkin dan dengan akurasi tinggi.
Komunikasi antara PDAM dan pelanggan adalah kunci untuk mengatasi masalah tanpa menyisakan dampak negatif, dengan harapan adanya kolaborasi dari masyarakat untuk menjaga saluran komunikasi yang efektif dan saling memahami.
Penulis: GrCh





