PEKERJAAN AIR TANAH DI DESA PAPUTUNGAN DIDUGA PROYEK SILUMAN

‎Sulut– newssurya.com  Proyek penggalian air tanah di Desa Paputungan, yang dilaksanakan tahun 2024, mendapat sorotan tajam dari masyarakat setempat. Banyak yang mencurigai bahwa proyek ini terkesan “siluman” karena kurangnya transparansi mengenai berbagai aspek penting proyek tersebut.

‎Masyarakat desa mengeluhkan tidak adanya papan proyek yang seharusnya menjelaskan alokasi anggaran, pelaksana pekerjaan, dan waktu pelaksanaan. Papan proyek ini dianggap sangat penting untuk memastikan akuntabilitas dan keterbukaan dalam penggunaan dana publik.

‎Lebih membingungkan lagi, meskipun proyek ini diklaim untuk manfaat warga Desa Paputungan, namun sumur yang dibor ternyata berada di Desa Tanah Putih. Warga merasa bingung dan merasa dibohongi, karena mereka tidak melihat manfaat langsung dari proyek tersebut.

‎Menurut informasi yang dihimpun, pekerjaan proyek dihentikan setelah kedalaman 85 meter. Sejumlah warga mengungkapkan kekecewaan karena meski sumur telah dibor, tidak ada pemasangan pompa maupun rumah pompa yang dapat digunakan untuk mengambil air.

‎Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai tujuan dan manfaat dari proyek air tanah ini. Seharusnya, proyek semacam ini dapat memberikan solusi bagi masalah air bersih di desa. Namun, kenyataan menunjukkan sebaliknya.

‎”Kami merasa aneh dengan proyek ini, seharusnya ada kejelasan tentang jumlah anggaran dan siapa yang bertanggung jawab atas pekerjaan ini.”

‎Menanggapi keresahan masyarakat, warga desa meminta kepada aparat penegak hukum (APH) untuk melakukan pemeriksaan terhadap proyek ini. Mereka berharap agar bisa mendapatkan informasi yang jelas dan transparan tentang asal usul proyek tersebut.

‎Selain itu, warga menginginkan agar proyek ini dapat dilanjutkan dengan cara yang lebih profesional dan bertanggung jawab. Semua orang di desa sangat membutuhkan akses air bersih untuk kehidupan sehari-hari.

‎Sementara itu, upaya yang dilakukan wartawan media ini untuk mendapatkan informasi serta klarifikasi yang terkait dengan proyek tersebut, tidak membuahkan hasil. Menurut informasi para pekerja, proyek pemboran dikerjakan oleh pihak BWSS I. 

‎Masyarakat berharap agar dugaan proyek siluman ini segera terungkap dan segala sesuatu menjadi lebih jelas demi kepentingan bersama.

‎Kondisi ini mencerminkan pentingnya partisipasi masyarakat dalam pengawasan proyek-proyek yang menggunakan anggaran publik. Dengan demikian, transparansi dan akuntabilitas dapat terjaga demi kesejahteraan bersama.

‎Penulis:GCh

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *