Mataram, 20 Januari 2025 – Sebuah kegiatan bertajuk Dialog dan Bedah Buku “Pemilihan Umum 2024: Refleksi Pemilu 2024” sukses digelar Oleh KOPRI PC PMII KOTA MATARAM pada Senin, 20 Januari 2025. Acara yang berlangsung di Meeino Warking Cafe ini dihadiri oleh para pakar, akademisi, dan dan mahasiswa yang antusias mendalami dinamika pemilu 2024 di Indonesia.
Dalam sambutannya, baiq widiantari mengungkapkan bahwa kader kopri harus tetap berperan aktif dalam mengkawal dan menyadari bahwa pelaksanaan pemilu tak hanya terkait dengan teknis penyelenggara namun hal pentingnya mengenai kinerja dari pengawas dalam pelaksanaan pemilu 2024.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan ruang diskusi kritis terkait pengalaman, tantangan, dan pembelajaran dari pelaksanaan Pemilu 2024. Dalam sesi bedah buku, karya terbaru berjudul “Pemilihan Umum 2024: Refleksi Pemilu 2024” menjadi sorotan utama.
Buku ini mengupas secara komprehensif berbagai aspek pemilu, mulai dari sistem pemilu, partisipasi masyarakat, hingga potret keberhasilan dan kendala yang dihadapi selama proses demokrasi berlangsung.
Hadir sebagai pembicara utama, Hj. Athik Hidayatul Ummah seorang akademisi, menyampaikan bahwa buku ini memberikan wawasan mendalam bagi berbagai kalangan, khususnya untuk memperbaiki proses demokrasi di masa mendatang.
“Refleksi atas Pemilu 2024 menjadi penting sebagai bahan evaluasi dan pijakan untuk menyusun langkah yang lebih baik dalam menghadapi tantangan demokrasi berikutnya,” ungkap Samsul Hadi, S.Pd selaku Komisioer BAWASLU Lombok Barat.
Selain itu, sesi dialog juga mengundang diskusi yang interaktif antara peserta dan narasumber, yang membahas isu-isu seperti inklusivitas pemilu, peran mahasiswa dalam meningkatkan transparansi, serta pentingnya pengawasan dalam memastikan pemilu yang jujur dan adil.
Acara ini diakhiri dengan rekomendasi untuk memperkuat pendidikan politik bagi masyarakat dan mendorong partisipasi aktif dalam setiap tahapan pemilu.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat memicu kesadaran kolektif untuk menjaga kualitas demokrasi di Indonesia serta mendorong kajian yang lebih mendalam mengenai pelaksanaan pemilu di masa depan.
wartawan Saddrah





